Blog

Jadikan Kegalauan Kerja Sebagai Semangat Wirausaha, Mega Siswindarto Ciptakan Brand Brownis Sendiri

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty’s Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Sempat menjadi karyawan di dua perusahaan yang berbeda, diakui owner Mr Froniez, Mega Siswindarto menjadi bekal yang luar biasa untuknya berwirausaha.

Usaha kue brownis berlabel Mr Frowniez itu diakuinya bermula pada 2011. Sebelumnya, ia pernah bekerja sebagai supervisor quality contol Rokok Bentoel Malang dan sales marketing mobil di PT Astra.

Dari pekerjaannya sebagai supervisor, ia belajar bagaimana memastikan kualitas produk. Dari bidang marketing, ia belajar berhadapan, berkomunikasi, dan memasarkan sesuatu kepada perseorangan dan kelompok.

“Terakhir bekerja sebagai marketing itu, saya selanjutnya memilih resain dan berwirausaha. Kenapa begitu? Karena saya merasa galau, kok rasanya jadi supervisor nggak cocok, jadi marketing juga nggak cocok, lalu saya pikir kenapa tidak membuat pekerjaan saya sendiri,” ujar Mega.

Tiga bulan masa kerjanya sebagai seorang msrketing, dimanfaatkan pria yang saat ini berusia 38 tahun itu untuk survei. Ia mengamati dan bertanya kepada siapapun yang ditemuinya di bandara, terminal, rumah sakit, dan pinggir jalan.

Pertanyaannya hanya satu, apa yang biasanya dibawa orang-orang di sana saat menjenguk kerabatnya atau temannya di rumah sakit. Jawaban yang diperolehnya ada tiga, yaitu buah, roti, dan brownies kukus.

“Karena saya belum pernah buka usaha dan keluarha juga tidak ada yg berwirausaha. Jadi saya survei dulu sebelum buka, dari jawaban yang saya peroleh, saya memutuskan untuk buka usaha kue brownies. Karena kebetulan, dulu waktu kecil, saya juga suka bikin-bikin kue,” papar Mega.

Memutuskan untuk membuka usaka kue brownies, selanjutnya ia berpikir jenis brownis apa yang akan dibuatnya.

Setelah menyurvei beberapa produsen brownies yang ada di Surabaya, Mega memutuskan untuk memproduksi brownies panggang, sebab waktu itu saingannya hanya ada satu.

Usaha itu, lanjut Mega, dimulainya dengan modal Rp 15 juta. Nominal tersebut diperolehnya dari tabungan gajinya saat ia bekerja.

Saat resmi resain dari pekerjaannya, Mega mengambil kursus membuat kue brownis intensif satu hari. Hal itu dilakukannya untuk memperoleh ilmu dasar yang benar dalam pembuatan kue brownies.

“Kalau sekadar buat saja dan nggak tahu dasarnya, nanti akan susah memodifikasi. Maka kursus itu saya ambil , seharian saya bersama chef di lembaga kursus masak itu belajar kocok tunggal berjejak, kocok soft peak dan hard peak, suhu panas pemanggangan brownies itu berapa, alatnya pakai apa saja, saya ngobrol dan praktik sama chef itu, saya catat semua yang saya dapat,” cerita Mega.

Di awal usaha, Mega mengaku melakukan semuanya sendiri, mulai dari produksi, menjawab dan mencatat pesanan, sampai memgantarkannya. Di masa itu, ia mengaku acap kali melakukan kesalahan antar, bahkan ada pesanan yang lupa tidak dicatatnya.

Enam bulan dari berjalannya usaha, barulah ia mempunyai satu orang yang suka rela membantunya produksi brownies. Orang tersebut, saat itu juga sekaligus bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kediaman orangtua Mega.

Usahanya membangun Mr Froniez, kini sudah mulai menampakkan hasil. Awalnya ia hanya memiliki produk browniez panggang, kini ia pun memiliki variasi berupa brownies beku dan keripiki brownies.

Penjualannya selama satu bulan, bisa mencapai sekitar ratusan ribu pcs. Dikatakannya, Mr Frownies pun memiliki agen penjualan yang tersebar di seluruh Indonesia, terjauh berada di Papua.

“Kalau total penjualan itu dihitung 100 persen, maka 90 persen penjualannya itu diperoleh dari keripiki brownies,” ungkap Mega.

Kripik brownies yang dinamai Bon Chips itu disebut Mega sebagai produk keripik brownies pertama asli Surabaya. Produk tersebut, baru dikeluarkannya pada 2016 lalu.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Jadikan Kegalauan Kerja Sebagai Semangat Wirausaha, Mega Siswindarto Ciptakan Brand Brownis Sendiri, https://jatim.tribunnews.com/2019/05/11/jadikan-kegalauan-kerja-sebagai-semangat-wirausaha-mega-siswindarto-ciptakan-brand-brownis-sendiri.
Penulis: Hefty Suud | Editor: Melia Luthfi Husnika